USAHA ISENG YANG JADI LARIS

Meriam Bellina:
INGIN DIKENAL SEBAGAI MADAME BROWNIES

Awalnya rasa tidak puas terhadap kafe tenda artis yang marak berdiri pada pertengahan 1998 lalu. “Usaha ini merupakan bentuk protes saya,” ujar Mer, panggilan akrabnya, ketika ditemui Sedap Sekejap di sela-sela syuting sinetron di kawasan Cibubur.

Mer merasa berdirinya kafe tenda artis memukul para pedagang kecil. Karena itulah ia berusaha memperlihatkan pada teman-temannya bahwa artis tidak perlu membuat kafe tenda yang bisa mengancam penghasilan pedagang kecil. “Kalaupun membuka usaha jangan yang mengancam pedagang kecillah,” begitu alasannya.

Lalu kenapa memilih brownies? “Soalnya brownies waktu itu masih aneh dan memiliki kelas atau level tersendiri. Brownies biasanya dijual di toko-toko tertentu yang memiliki kelas tertentu dan dikonsumsi kalangan menengah ke atas,” papar ibu beranak dua ini. Tetapi bukan itu saja alasan brownies yang dinamainya Bellina’s ini dipilih sebagai usaha. Meriam memiliki resep keluarga yang enak sekali. Resep sang papi tersebutlah yang digunakannya untuk memulai usaha brownies miliknya.

Meski memiliki resep yang bisa diandalkan, Meriam tidak dengan serta-merta berjualan brownies. “Konsepnya saya buat matang dulu. Baik dari pembuatan, pengemasan, hingga logo yang digunakan. Soalnya ada misi khusus untuk diperlihatkan pada teman-teman artis lainnya,” ungkapnya.

Sekitar bulan Agustus 1998 ia mulai memperkenalkan browniesnya pada masyarakat luas. Ia sengaja terjun langsung menjual brownies di bazar-bazar yang ada di berbagai mal di Jakarta kecuali juga membuka outlet Bellina’s di Pasaraya Blok M dan Pasar Festival di Kuningan.

Saat ini ada 4 rasa yang dibuatnya, capuccino, kismis, cokelat dan keju. Khusus brownies rasa keju dijual Rp. 28 ribu per dus. Jenis lainnya dijual dengan harga Rp. 23 ribu. Harga sejumlah itu relatif murah mengingat bahan cokelat, keju, dan almon dibeli dari luar negeri.

“Khusus untuk keju, saya sempat berganti 3 kali karena bahannya sangat mahal. Dulu sebotol kecil keju impor seperti cheesebread saja harganya 78 ribu. Apalagi setelah krismon,” ujarnya. Brownies tersebut dijual dalam ukuran besar dalam kardus berwarna emas bertuliskan Bellina’s dan potongan kecil. Kadang saat peristiwa tertentu Mer membuat bentuk khusus. Misalnya, saat Valentin lalu, ia membuat brownies bentuk hati yang menurutnya sangat laris.

Kalau kembali pada tujuannya semula, Meriam sudah bisa membuktikan kesuksesan usahanya pada rekan-rekannya sesama artis. “Kadang saya bisa, lo, memproduksi sampai 700 brownies,” kata Mer bangga menyebut angka produksi tertingginya.

Kesuksesannya membuatnya berniat meluaskan usahanya. Baik dari rasa maupun pemasaran. “Nanti akan lahir rasa yang baru, bentuk yang baru juga pemasarannya meluas di kota besar lainnya,” tutur Mer.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.